Rabu, 23 Mei 2012

Tampilan Windows 8

0 komentar

Berikut merupakan sejumlah gambar tampilan Windows 8, seperti diambil dari Techland:

Locksreen:



Start Screen:



Screen Touch Keyboard:



Control Panel:



Windows App Store:





Aplikasi Tweet@rama:



Fitur-fitur Windows 8

0 komentar




Laman teknologi Time, Techland, menilai Windows 8 masih konsisten dengan memiliki tampilan yang sangat berbeda dengan sistem operasi iOS milik Apple. Tampilan home screen di Windows 8 pun dinilai persis seperti yang selama ini ada di Windows Phone: warna-warni, dengan sejumlah kotak berisi apps, koneksi, konten, dan fitur.

User Interfaceyang dinamakan “Metro” ini akan memiliki akses cepat, namun juga memungkinkan memiliki tampilan Windows klasik. Tampilan Metro juga menyediakan kontrol sentuh, yang menjadi sinyal Microsoft akan mengembangkan sistem operasi untuk tablet.

“Tiap menit Anda menggunakan perangkat sentuh dengan Windows 8, saya berjanji Anda akan kembali ke komputer Anda dan terus menyentuh layarnya,” ujar Sinofsky.

Kemudian, seperti dikutip dari laman FoxNews, sistem operasi terbaru Windows ini juga menghemat memory. Sinofsky kemudian mendemostrasikan, dengan menggunakan laptop Lenovo berprosesor Intel Atom 1 Gb, Windows 7 ‘memakan’ memori sebesar 404 MB, sedangkan Windows 8 hanya sebesar 281 MB. Dengan demikian akan banyak ruang untuk aplikasi.

Microsoft kemudian juga memperlihatkan, Windows 8 tak hanya baik digunakan di prosesor standar Intel atau AMD, yang selama ini lazim digunakan di komputer desktop. Windows 8 pun berjalan baik dengan mikroprosesor ARM, yang biasa digunakan di tablet.

Karena berbicara di hadapan pengembang konten/aplikasi, Microsoft pun mengatakan Windows 8 akan bekerja dengan baik untuk apps. “Jika Anda menambahkan suatu app (aplikasi), maka sistemnya (Windows akan semakin berkembang dan terus berkembang,” ujar Sinofsky.

Microsoft juga disebut akan meluncurkan app-store versi Windows. App-store ini mencakup aplikasi untuk bergaya Metro Windows 8 atau Windows klasik.

Kelebihan Windows 8

0 komentar


Bagi para pengguna sistem operasi windows pastinya sudah mendengar kabar seputar OS terbaru microsoft yatu Windows 8. Merahitam pun sempat membahas seputar Win 8 di artikel sebelumnya yang berjudul tampilan Windows 8 yang memukau. Kabar terbaru yang beredar yaitu pihak Microsoft telah mempersiapkan 8 Kelebihan Windows 8 dan fitur-fitur barunya yang semakin memanjakan penggunanya. Berikut ini seputar kelebihan dan fitur-fiturnya.



1. Dioptimalisasi untuk layar sentuh

Windows 7 memang support layar sentuh, namun tidak optimal dari sisi desain dan kemudahan pengoperasian. Berbeda dengan Windows 8, interfacenya yang dijuluki sebagai Metro benar-benar dioptimalkan untuk sentuhan dengan wujud ala interface Windows Phone.

2. Mendukung chip ARM

Windows 8 mendukung perangkat yang memakai infrastruktur chip ARM. Hal ini diharapkan memperluas jangkauan Windows 8 di arena tablet, mengingat kebanyakan tablet yang beredar saat ini memakai chip ARM.

3. Toko aplikasi Windows Store

Windows 8 akan memiliki toko aplikasi sendiri yang dinamakan Windows Store. Windows Store menyediakan berbagai aplikasi yang dioptimalkan untuk Windows 8.

4. Mendukung NFC (Near Field Communications)

Windows 8 akan mendukung NFC, sebuah teknologi yang kegunaanya antara lain untuk transaksi keuangan digital. Tablet yang memakai Windows 8 pun kemungkinan besar akan otomatis menyertakan fitur ini.

5. Waktu boot yang singkat

Boot Windows 8 dalam demonya hanya berlangsung dalam 8 detik. Sebuah waktu yang jauh lebih singkat dibanding booting di Windows versi sebelumnya.

6. Internet Explorer 10

Internet Explorer 10 dijanjikan membawa perubahan besar ketimbang versi IE terdahulu. Browser ini diklaim sangat ramah digunakan baik dalam tablet maupun PC.

7. Sekuriti lebih baik

Windows 8 dikatakan akan memiliki fitur sekuriti lebih baik untuk menghadang serangan cyber. Di antaranya fitur Windows Defender lebih ditingkatkan kemampuannya di OS ini.

8. Windows 8 tidak membutuhkan upgrade PC

Microsoft menyatakan komputer yang bisa menjalankan Windows 7 dapat pula menjalankan Windows 8 sehingga user tak perlu upgrade PC. Menurut Microsoft, prosesor Intel Atom dan RAM 1 GB sudah cukup untuk menjalankan OS ini

Laskar Pelangi dan Fenomena Pendidikan di Indonesia

0 komentar

Mendengar kata ‘Laskar Pelangi’, benak kita tentu akan tertuju pada novel tetralogi karangan Andrea Hirata yang rilis tiga tahun lalu. Suksesnya Laskar Pelangi yang mengangkat kehidupan kaum pinggiran nan miskin dan terlupakan di Pulau Belitong (sekarang Provinsi Bangka Belitung) menjadikan tokoh Ikal, Lintang, Mahar dkk sebagai pahlawan-pahlawan baru menggantikan tokoh `si Cowok Idaman’ dalam kebanyakan karya teenlit atau tokoh `Nayla si Trauma Seks’dalam kebanyakan sastra kelamin saat ini. Maka tak heran, bila sejumlah kritikus sastra memandang Laskar Pelangi sebagai fenomena baru, baik di ranah kesusastraan maupun perfilman nasional.Dalam latar kisah sekolah rekaan Andreainilah kita akan menemukan representasi mengkhawatirkan tentang praktik pendidikan formal di Indonesia yang kini tengah menuju pada `kematiannya’ . 
PendidikanYang Mana 
Sejatinya, pendidikan formal bertujuan membawa manusia keluar dari kungkungan kebodohan (emansipatoris) . Dengan menguasai ilmu pengetahuan secara sistematis, rasional dan bersifat ilmiah, manusia dituntut untuk meninggalkan segala sumber pengetahuan manusia di masa lalu seperti mitos dan tradisi yang tidak rasional dan takhayul.
Maka dengan segala intelektualitas dan pengetahuannya itu, seorang manusia terdidik diharapkan mampu mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang dunia dan mencapai kehidupan yang lebih baik baginya di masa depan. Hal inilah yang direpresentasikan Andrea dalam Laskar Pelangi lewat tuturan tokoh orangtua Lintang pada kalimat berikut:
“Ayahnya . . . menganggap keputusan menyekolahkan Lintang adalah keputusan yang tepat . . . ia berharap Lintang dapat mengeluarkan mereka dari lingkaran kemiskinan yang telah lama mengikat mereka hingga sulit bernapas.“(Laskar Pelangi, halaman 95)
Maksud kalimat ini tentu sangat jelas. Tokoh ayah dan ibu Lintang percaya bahwa dengan menyekolahkan anaknya tersebut, Lintang akan membawa nasib keluarganya menjadi lebih baik di masa depan. Semangat Lintang bersekolah juga digambarkan dengan menempuh perjalanan sejauh empat puluh kilometer dari rumahnya di Tanjong Kelumpang menuju sekolah menggunakan sepeda sejak subuh hari.
Tempat Lintang dan kawan-kawannya bersekolah pun direpresentasikan dengan ideal oleh Andrea. Di sekolah yang mirip `gudang kopra’ itu, pendidikan yang diajarkan SD Muhammadiyah tidak semata berdasarkan standar kurikulum nasional, tetapi juga pendidikan moral, budi pekerti dan agama.
Simak kutipan berikut yang merupakan komentar tokoh Ikal mengenai Bu Mus:
`Beliau sendiri yang menyusun silabus pelajaran Budi Pekerti dan mengajarkan kepada kami sejak dini pandangan-pandangan dasar moral, demokrasi, hukum, keadilan, dan hak-hak asasi . . . Kami diajarkan menggali nilai luhur di dalam diri sendiri agar berperilaku baik karena kesadaran pribadi. Materi pelajaran Budi Pekerti yang hanya diajarkan di sekolah Muhammadiyah sama sekali tidak seperti kode perilaku formal yang ada dalam konteks legalitas institusional seperti sapta prasetya atau pedoman-pedoman pengamalan lainnya.‘(LP, hal 30-31)
Dari kutipan di atas kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa memang kualitas seseorang yang berpendidikan tidak hanya diukur dengan nilai ujian dan angka di rapornya. Pendidikan yang baik mestilah menyeimbangkan pelajaran ilmu pasti dengan tuntunan agama, perilaku moral dan budi pekerti. Dan pendidikan model begini tentu akan mencetak manusia-manusia yang tak hanya encer otaknya, tapi juga memiliki mentalitas yang baik di kepribadiannya.
Kawan-kawan pembaca tentu akan setuju dengan saya bahwa memang begitulah seharusnya pendidikan formal dipraktikkan. Dan Andrea, lewat fiksinya tengah mengimajinasikan sebuah sekolah dengan konsep pendidikan ideal yang sejalan dengan semangat emansipatoris tadi.
Andrea Hirata dan Masalah Pendidikan
Adalah Iwan Simatupang, seorang tokoh sastra angkatan 70 yang menghabiskan hari-hari terakhirnya di kota Bogor, mengatakan demikian: `Pengarang adalah produk kultural tanah airnya. Setiap karyanya, perbuatannya, pemikirannya, secara inhaerent memantulkan kembali pertautan dirinya dengan tanah air’ (2004:337)
Dalam kata lain, kehidupan seorang pengarang akan selalu dipengaruhi lingkungan sosial-budaya dan bangsa dimana ia hidup. Sehingga apapun persoalan yang tertuang dalam karyanya kelak, seringkali merupakan hasil refleksi pengetahuan dan pengalaman hidupnya atas lingkungannya.
Maka di sinilah saya hendak menempatkan Andrea sebagai seorang pengarang yang tentu tak lepas dari pengaruh lingkungannya. Khususnya mengenai cara pandang Andrea terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia, yang kemudian direpresentasikanny a dalam bentuk fiksi lewat Laskar Pelangi.
Di banyak referensi, kita akan menemui keterangan bahwa Andrea memiliki minat terhadap sains dan dunia pendidikan. Alih-alih sebagai novelis, ia mengaku lebih suka mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi. Maka tak heran bila dalam Laskar Pelangi terdapat banyak kalimat dengan `bumbu-bumbu’ ilmiah yang dipadukannya dengan kisah-kisah sederhana nan memikat.
Menyimak halaman persembahan dalam buku Laskar Pelangi yang ditujukannya untuk dua orang guru masa kecilnya (Muslimah Hafsari dan Harfan Effeny Noor), tampak bahwa dua orang ini tak sekedar tokoh fiksi Laskar Pelangi dalam imajinasi Andrea, tapi juga ada dalam pengetahuan dan pengalaman hidup Andrea sebagai pengarang.
Maka bisa ditafsirkan pula bahwa Andrea merupakan anak ideologis hasil pendidikan ideal ala SD Muhammadiyah di Belitong. Tak keliru bila kita paham bahwa pendidikan ideal tersebut memang benar-benar ada di kehidupan nyata, khususnya kehidupan yang dialami Andrea.
Berangkat dari sinilah, saya menemukan fakta mengkhawatirkan tentang wajah pendidikan formal bangsa kita dewasa ini yang kian jauh dari representasi Andrea tentang pendidikan ideal. Alih-alih menjalankan fungsi emansipatorisnya, wajah pendidikan formal yang dipraktikkan bangsa ini adalah wajah yang bertopeng dalam kepura-puraan dan sangat menakutkan.
Matinya Pendidikan Kita
Sebelum kita melanjutkan bahasan berikut, perlu dipahami kawan-kawan pembaca bahwa kata ‘mati’ yang saya gunakan di sini bukanlah kematian secara fisik, namun ia merupakan metafora yang saya gunakan untuk melukiskan kecenderungan di mana fungsi emansipatoris dalam pendidikan kian menjadi tumpul.
Ketumpulan ini bisa kita lihat dari kecenderungan institusi/ penyelenggara pendidikan di Indonesia kini tengah gencar memproduksi lulusan yang link and match dengan pasar dunia kerja. Sehingga dalam jenjang waktu pendidikan yang singkat, diharapkan para lulusannya bisa memiliki skill praktis dan dengan mudah diserap pasar tenaga kerja.
Jutaan pelajar lulusan sekolah menengah juga kini tengah mengimpi-impikan dapat di fakultas favorit, jenjang kuliah yang singkat,dan setelah lulus mudah mendapatkan pekerjaan. Langkah ini sekilas memang terlihat strategis, mengingat Indonesia hari ini masih dibebani dengan persoalan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan.
Namun saya sebut ini sebagai ketumpulan fungsi emansipatoris pendidikan yang kelak akan berujung pada matinya pendidikan, sebab ia membuat kita lupa bahwa sekolah dibangun untuk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan, dan bukan sekedar untuk mempermudah manusia mendapatkan gelar, pekerjaan, jabatan di perusahaan atau pun bergaji besar. Maka tak heran pula bahwa biaya yang dibutuhkan seseorang untuk mengenyam pendidikan, tak bisa dibilang murah.
Kini kian jelas bahwa, pendidikan emansipatoris yang tadinya bertujuan membawa manusia keluar dari kungkungan kebodohan dan mencapai budi pekerti yang baik,kini mulai berbelok ke arah yang pragmatis nan materialistis.
Praktik inilah yang telah lama menyusup ke dalam ruang-ruang kelas kita, catatan-catatan pelajaran kita, buku-buku praktikum yang wajib kita baca, hingga menjangkit ke pola pikir kita yang memandangfungsi kegiatan pendidikan bukan lagi sebagai tindakan yang emansipatoris, tetapi terkapitalisasi untuk sekedar mencari duit dan menjadi robot-robot pekerja yang baik.
Sekali lagi saya tekankan betapa konsep pendidikan yang link and match seperti ini sebagai indikasi matinya pendidikan, sebab lahan kerja yang kelak menyerap tenaga kerja berpendidikan bertujuan pada orientasi bisnis perusahaan (baca: kapitalis) semata, dan bukan berorientasi pada perbaikan struktur dan kultural masyarakat Indonesia. Terlebih lagi, pendidikan link and match model begini, menurut hemat penulis akan semakin menghambat mental kepeloporan, kepemimpinan, kemanusiaan, spiritualitas, dan mentalitas-mentalit as generasi muda Indonesia masa depan.
Pendidikan yang seharusnya dibangun berlandaskan nilai-nilai objektivitas, keilmiahan (scientific), dan kebijaksanaan (virtue) sebagai nilai dasar dalam ilmu pengetahuan, kini dimuati oleh nilai-nilai komersial sebagai ajang pencarian keuntungan (profit) semata. Inilah wajah pendidikan kita yang lebih tunduk pada kekuasaan kapital daripada kebenaran ilmiah dan moral kebangsaan.
Penutup
Apa yang terungkap pada uraian di atas memang terasa ganjil, problematis dan ironis bagi kelangsungan generasi muda intelektual kita saat ini yang membutuhkan kejujuran dunia ilmu pengetahuan. Betapa tidak, kita semua –mau tak mau– adalah bagian dari anak-anak peradaban yang terlanjur lahir dalam sebuah pendangkalan, pemassalan dan komersialisme sebagai praktik pendidikan mutakhir bangsa ini.
Drama matinya pendidikan inilah yang saya tangkap dari pengalaman saya ketika membaca Laskar Pelangi. Sungguh-sungguh sebuah drama yang ditutup dengan ironi ketika tokoh Ikal bertemu dengan Lintang pada dua belas tahun kemudian. Lintang dengan kecerdasan mengagumkan seorang anak pesisir miskin, mesti mengujungkan nasibnya sebagai supir truk pasir di Belitong.
Walhasil, membaca Laskar Pelangi juga membawa saya hanyut dalam perasaan yang sama seperti yang tokoh Ikal ucapkan di penghujung novel ini:
`Dan kata-kata itu semakin menghancurkan hatiku, maka sekarang aku marah, aku kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Aku mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.‘ (LP,hal 472)
Maka sebagai penutup, dengan ditulisnya esai ini saya memang tidak sedang mengajukan pemikiran jitu nan tokcer demi mengatasi permasalahan pendidikan tersebut. Esai ini lebih berniat menjadi apresiasi bagi Andrea dan para sastrawan lainnya yang tak hanya lihat dalam berkata-kata, tapi juga peka dengan permasalahan dan kondisi zamannya.
Mungkin juga ini saatnya kita meninggalkan gaya menulis kita yang melulu berkisah tentang pencarian diri, cinta picisan, ataupun seks. Mari menulis seperti Andrea yang menulis novel tak hanya untuk diri sendiri dan sekedar meraih keuntungan materi, namun juga berkarya untuk membangkitkan kesadaran pembacanya akan perkembangan pendidikan di Indonesia.
Matinya pendidikan di Indonesia mungkin baru kita rasakan sebagian kecil saja, tapi jelas bahwa ia patut untuk diwacanakan secara luas. Kecuali pada suatu nanti di masa depan, siap-siap saja kita dengar lonceng kematian ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan berkumandang; lonceng kematian yang dikumandangkan sebagai tanda kemenangan pasar atas wafatnya rasionalitas intelektual bangsa ini.

Pengertian Komputer

0 komentar

Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap orang. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon).
Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi.

Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer.
Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.

Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan data (proses), dan informasi (output). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.

Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berati, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer.

Apa itu Ultrabook?

0 komentar
Akhir-akhir ini, beberapa gadget yang baru menggunakan istilah Ultrabook sebagai embel-embel dalam produknya. Ya, Ultrabook sepertinya akan membanjiri pasaran dalam beberapa waktu ke depan dan akan menjadi genre baru, khususnya di tahun 2012.

Tapi apa itu Ultrabook?

Pada dasarnya, Ultrabook adalah laptop/notebook mobile dengan kemampuan atau kinerja yang normalnya hanya dapat ditemui pada laptop yang lebih besar ataupun pada PC desktops. Ide dasarnya adalah menggabungkan kenyamanan mobilitas yang dimiliki sebuah tablet dengan kemampuan sebuah notebook yang sangat powerful.

Konsep yang tipis dan ringan menjadi sangat penting saat ini. Juga, desain yang menawan selalui dikedepankan oleh Ultrabook. Di samping itu, Ultrabook memiliki waktu booting yang sangat cepat (instant on) dan daya tahan baterai yang lama.
Ciri-ciri Ultrabook
Agar lebih spesifik, berikut adalah ciri-ciri yang terdapat dalam sebuah Ultrabook:
Ukuran yang portabel. Ukuran layar 11,1 – 13 inci menjadi ukuran umum Ultrabook. Namun beratnya hanya berkisar antara 1 hingga 1,5 kg. Intel menyebutkan bahwa Ultrabook juga bisa memiliki screen hingga 15 inci.
Kemampuan kinerja yang powerful, yang membuatnya mampu bekerja berat layaknya pc desktops.
Instant On. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 detik setelah menekan tombol ON, Anda sudah bisa menggunakannya. Ini karena proses booting yang sangat cepat. Begitu pula jika untuk resume dari keadaan stand-by. Dalam waktu beberapa detik, Ultrabook sudah terhubung dengan wi-fi (instant connect).
Media penyimpanan SSD. Untuk mendukung fast-booting dan instant-on, dibutuhkan media penyimpanan SSD (SSD storage). Media ini lebih hemat tenaga namun mampu bekerja lebih cepat, karena SSD digunakan sebagai cache untuk membaca dan menyimpan data. Jenis hardisk ‘hybrid’ dengan memory flash lebih kecil bisa juga digunakan untuk Ultrabook.
Long standby. Penggunaan daya yang sangat ringan adalah salat satu konsep utama Ultrabook, sehingga dapat digunakan lebih lama.
Kemampuan prosesor. Sebuah Ultrabook haruslah ‘tangguh’ untuk segala urusan bisnis. Rendering video, desain grafik dengan gambar resolusi tinggi, computing data dalam jumlah yang sangat besar, dan sejenisnya hanya bisa Anda lakukan menggunakan PC desktop. Tapi, itulah keunggulan utama Ultrabook yang mampu melakukan proses-proses tersebut, bahkan jika harus melakukannya secara bersamaan (multi-task). Kuncinya adalah karena Ultrabook menggunakan prosesor Intel Core i3, i5, atau i7 generasi kedua (Sandy Bridge) jenis ULV (Ultra Low Voltage) yang membuatnya memiliki performa tinggi.
OS terbaru. Windows 7 dan Windows 8 menjadi target utama untuk OS pada Ultrabook.
Security. Ultrabook menggunakan sistem Identify Protection Technology dan juga Anti-Theft dari Intel.
Desain. Ultrabook selalu memiliki ciri desain yang tipis, ringan dan stylish.
Sebuah Ultrabook umumnya akan berharga di atas US$ 900/1000. Namun diharapkan harga tersebut bisa terus merendah pada generasi-generasi Ultrabook berikutnya.

Jadi, kesimpulannya, dalam sebuah notebook dengan desain tipis dan staylish (Ultrabook), Anda bisa mendapatkan: kemampuan dan responsivitas, keamanan (security) tinggi, kemampuan HD/HQ media dan gaming, baterai yang tahan lama, performa prosesor yang sangat tinggi, dan juga harga yang kompetitif.Saat ini, sudah ada beberapa Ultrabook yang beredar di pasaran. Seperti Lenovo IdeaPad U300, Samsung NP350 dan juga Acer Aspire S3. Khusus untuk yang terakhir disebut, Acer Aspire S3 adalah Ultrabook pertama di Indonesia.


Keunggulan OS Android

0 komentar
Secara umum, produk mobile berbasis Android tidaklah terlalu berbeda dengan gadget lain . Perbedaan paling mencolok tentu saja pada interface atau tampilan serta sistem navigasi di dalamnya. Tapi, gadget dengan OS Android, khususnya Tablet, memiliki keunggulan tersendiri bagi usernya. Antara lain:

- Multitasks

Dengan fitur multitasks, user dapat menjalankan beberapa aplikasi sekaligus seperti layaknya di komputer. User bisa mengerjakan tugas mengetik sambil mendengarkan musik plus chatting-an dengan teman.

- Merk gadget yang lebih beragam

Tentu saja pilihannya lebih beragam. Blackberry dan iPhone menggunakan OS milik perusahaan mereka sendiri. Vendor lain seperti Samsung, Motorola, HTC, Acer, Asus dan banyak lainnya umumnya mengeluarkan produk terbarunya dengan menggunakan Android.

- Open Source

Seperti layaknya aplikasi open source populer lainnya, Android juga memiliki komunitas pengembang yang kuat dan kemudahan bagi user untuk membuat aplikasi sendiri dan menyebarkannya di situs resmi Android.

- Fitur Widget

dengan kebebasan membuat widget di homescreen, user bisa dengan mudah mengakses berbagai folder dan aplikasi dengan cepat dan mudah.

- Integrasi mudah dan cepat ke produk-produk Google

Terakhir, karena Android adalah milik om Google, maka akses ke berbagai produk Google lainnya. Sebut saja Google Docs, Gmail, Google Reader, Blogger, dan banyak lainnya.

Selain berbagai keunggulan di atas, Android juga difasilitasi dengan fitur push (notifikasi/alert realtime) serta application word/market seperti yang ada pada iPhone dan Blackberry.

Versi OS Android

0 komentar

OS Android memiliki beberapa versi sejak awal penggunaannya pada 9 Maret 2009. Secara berurutan, berikut adalah versi-versi Android dari awal hingga saat ini:
Android versi 1.1 – Maret 2009

1. Android versi 1.5 (Android Cupcake) – Mei 2009

2. Android versi 1.6 (Android Donut) – September 2009

3. Android versi 2.0/2.1 (Android Eclair) – Desember 2009

4. Android versi 2.2 (Android Froyo: Frozen Yoghurt) – Mei 2010

5. Android versi 2.3 (Android Gingerbread) – Desember 2010

6. Android versi 3.0 (Android Honeyc0mb) – 2011

OS Android

0 komentar

mengenal android 


OS (operating system) Android adalah sebuah sistem operasi untuk mobile berbasix Linux. Untuk lebih detailnya mengenai Android, berikut adalah kutipan singkat dari Wikipedia.
"Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia."
Ya, awalnya android dikembangkan oleh Android Inc., yang kemudian diakuisisi oleh raksasa Google. Sepertinya Google ini suka banget membeli saham perusahaan lain .

Back to the topic… Sistem android pada masa awal masuk di Indonesia juga tidak telalu menarik perhatian karena sistem operasinya membutuhkan koneksi/jaringan internet yang cukup kuat. Tapi sekarang, seiring dengan membaiknya kinerja operator seluler dalam negeri, maka dimulailah invasi produk-produk mobile berbasis android di Indonesia.

Sebagai informasi pula, OS Android merupakan aplikasi open source alias gratis alias free to use . Vendor mobile yang belum memiliki sistem operasi khusus tentu senang dengan kondisi ini. Di samping itu, karena sifatnya yang open source menyebabkan gadget-gadget yang menggunakan OS Android memiliki harga jual yang lebih murah. Bandingkan saja gadget-gadget mobile android dengan gadget milik iPhone dan Blackberry.

Cara Instal Upgrade OS Blackberry Dari Desktop Manager

0 komentar


Cara Upgrade OS (Operating System) Blackberry bisa dilakukan oleh user sendiri dengan mudah. User dapat mendownload OS dari website RIM dan instal upgrade sendiri. Namun tidak setiap device bisa support OS tertinggi, Anda harus perhatikan tipe/model BlackBerry tetap harus sama. RIM release OS sesuai dengan BIS operator, yang kadang OS-nya belum tersedia untuk provider / operator Anda. Tetapi Anda tetap dapat menggunakan OS itu, jika OS yang direlease bukan untuk operator Anda, caranya dengan menghapus satu file yakni vendor.xml yang ada di folder OS. OS5 adalah untuk operator Vodafone di UK yang bisa Anda gunakan/download dan instal untuk jenis BlackBerry Anda. Untuk Blackberry Official OS Download di http://www.berryindo.com/blackberry-official-os-download-list/

Untuk Upgrade OS (Operating System) Blackberry dan download OS terbaru, silakan download OS ke PC dan harus lewat PC dan Instal lewat PC / Desktop Manager Anda di http://us.blackberry.com/apps-software/desktop/?CPID=OTC-DSKTPSW&cp=OTC-DSKTPSW , pilih OS terbaru sesuai dengan tipe BlackBerry Anda, cara Upgrade OS ini harus lewat desktop/tidak bisa lewat BlackBerry atau juga upgrade OS lewat Blackberry via OTA (over the air). Untuk Desktop Manager v6 versi baru bisa search dan detect OS terbaru untuk BlackBerry device jika dilakukan automatic backup data online. Sebelum Anda melakukan upgrade, selalu backup data BlackBerry Anda secara rutin untuk bisa restore kembali seluruh data jika terjadi eror pada device. Sebelum Anda upgrade ke OS6/Os7, Anda harus backup data/koleksi autotext/words substitution. Desktop manager tidak dapat backup data ini dan semua autotext akan hilang jika tidak di backup dengan aplikasi Autotext backup for BlackBerry Anda.

Cara Upgrade OS Blackberry ke OS terbaru

1. Instal dari CD ” BlackBerry Desktop Manager ” ke komputer atau unduh di website BlackBerry.com/desktop, http://us.blackberry.com/apps-software/desktop/?CPID=OTC-DSKTPSW&cp=OTC-DSKTPSW
2. Download OS di http://www.berryindo.com/blackberry-official-os-download-list/ . Download OS terbaru yang sesuai dengan jenis BlackBerry Anda. .
3. Klik file exe OS untuk Install OS ke komputer > restart komputer.
4. Anda hapus vendor.xml di C drive >pilih program files > pilih common files > research in motion > app.loader
5. Dengan Desktop Manager, lakukan back up data handheld BlackBerry ke komputer Anda .
6. Matikan network dan copot memory card/sebagai opsional.
7. Hapus/wipe handheld (yang bermasalah) di BlackBerry. Pilih option > security options > general settings > pilih button/tombol menu BB > wipe handheld. Untuk OS 4.2 wipe include 3rd party.
8. Buka software desktop manager dengan klik icon.
9. Konekkan BlackBerry ke komputer/konek ke desktop manager.
10. Otomatis deteksi akan berjalan pada Desktop manager untuk synchronize data, check for updates OS versi terbaru muncul (ter-updates/upgrade), jalankan petunjuk yang ada
11 Jika gagal/tidak terdetek, restart komputer dan restart desktop manager.( buka/start Desktop Manager dari main menu)
12.Jika OS baru tidak juga terdetek oleh desktop manager , close/tutup desktop manager lalu masuk ke bagian hapus vendor xml, pilih loader.exe dan ikuti langkah sesuai petunjuk.
13.Tunggu sampai benar2 nyala dan booting sampai dengan home screen. Jangan cabut kabel atau mainin kabel data.
14.Terakhir setting BlackBerry Anda. Demikian tips Cara Instal Upgrade OS Blackberry Dari Desktop Manager.